Analisis Main Character di Film I Am Sam
Judul film : I Am Sam
Tahun rilis : 2002
Genre : Drama
Film
ini menceritakan mengenai kisah seorang pria yang memiliki kekurangan bernama
Sam sebagai karakter utama dan memiliki anak bernama Lucy. Di dalam film ini
Sam ditemani pemain lain yang berperan sebagai pengacara, tetangga dan
teman-temannya.
Dari apa yang saya amati dari film I Am Sam
dapat saya simpulkan bahwa apa yang dialami oleh pemeran utama (Sam) adalah
suatu abnormalitas berupa mental retardation atau yang biasa disebut sebagai
keterbelakangan mental.
Hal
ini dapat dilihat dari:
·
Cara Sam mengelompokkan bungkusan
kopi berdasarkan warnanya
·
Sering mengulang-ulang kalimat
dan kebiasaan yang sama
·
Gerak-gerik yang kaku dan tidak
sama seperti manusia pada umumnya
·
Sulit berfikir logis dan
mengambil keputusan
·
Bertingkah sedikit seperti
anak-anak
·
Kurang mampu melakukan hal yang
sebenarnya mudah dilakukan
Mental retardation atau keterbelakangan
mental adalah suatu keterbatasan ketika seseorang
yang memiliki disabilitas intelektual yang ditandai dengan tingkat kecerdasan
mereka yang berada dibawah rata-rata, sulit melakukan komunikasi dan kemampuan
kognitif yang kurang baik. Namun dalam kasus Sam, tampaknya ia hanya berada
dalam kategori ringan. Karena Sam masih mampu melakukan berbagai aktfitas
seperti bekerja, bermain dengan temannya, mengurus anaknya. Ia juga masih mampu
berfikir walaupun untuk ukuran orang dewasa itu tidak logis dan
kekanak-kanakan.

Waah kerenn sepertinya menarik filmnyaa
BalasHapusmust watch! thankyou review nya!
BalasHapusWahh,makasi ya reviewnya!!
BalasHapusThankyou reviewnya. Jadi tertarik nonton nih
BalasHapusTernyata ini penyakitnya, sangat membantu👍
BalasHapusKarna liat review ini, jadi penasaran gmn film aslinya
BalasHapusWahh jadi penasaran sama film ini
BalasHapusterimahkasih atas review filmnyaa👌
BalasHapusSudah ku duga, wajib d tonton ini flm
BalasHapusdrama sedih lucu seram apa begimana ? ternyata hal sekecil itu bisa jadi ciriciri keterbelakangan mental ya
BalasHapusKalo awalnya mah dramanya sedih, tapi ntar ujungnya happy ending kok. Iyaa, kita bisa menentukan bagaimana kesehatan mental manusia dari gerak-geriknya sendiri. Tapi harus ada riset lebih lanjut yaa, jangan asal men-judge hehe
HapusKlau di bandingkan dengan film miracle in cell kategori disabilitasnya sama ya.
BalasHapusGimana pendapat mbak dinda 🤔 atau klau ada perbedaan dimana? Tp jgn di bedakan dengan alur ceritanya ya, bedakan dengan keterbelakangan mental si ayah masing" dalam film 😁
pokoknya sedihan miracle in cell lah :'(
HapusWah tapi saya belum nonton yang Miracle in Cell:( nanti saya tonton dulu yahhh;)
Hapusiya, tonton lah mbak, jgn lupa sedia tissu, soalnya sedih endingnya hihihi 😁
HapusWah sepertinya menarik. Cuss download filmnyaa
BalasHapusTerimakasi reviewnya dindaaa
BalasHapusWahh menarik nii. Jadi pengen nonton juga. Thank you review nya bilaa
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSetelah review jadi pengen nonton. Sip. Makasih infonya
BalasHapus